PEMBAHASAN SOAL OSN PG TAHUN 2007
PEMBAHASAN SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL SMP TINGKAT KOTA TAHUN 2007
MATA PELAJARAN MATEMATIKA
By : DR. Math’s
SOAL PILIHAN GANDA NO. 1 – 20 .
1. Urutan bilangan-bilangan 25555 , 52222, dan 33333 dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah …
Pembahasan :
Soal ini termasuk soal bilangan berpangkat ap , dengan a dan p bilangan Bulat.
Ada dua kasus untuk jenis soal mengurutkan bilangan berpangkat ini : ap , bq, dan cr , yaitu :
- Pertama , jika a = b = c (bilangan yang dipangkatkan sama), maka soal seperti ini sederhana hanya mengurutkan bilangan pangkatnya yaitu p , q, dan r .
- Kedua, jika p = q = r (bilangan pangkatnya sama) maka yang dilakukan adalah mengurutkan bilangan a, b, dan c .
Soal ini termasuk kasus yang kedua, karena bilangan yang dipangkatkan tidak sama yaitu; 2, 5, dan 3. Yang dilakukan adalah membentuk agar bilangan-bilangan itu mempunyai pangkat yang sama .
25555 = (25)1111
52222 = (52)1111
33333= (33) 1111
Kita ketahui bahwa 25= 32 , 52 = 25 , dan 33= 27 . dimana 25 < 27 < 32.
Jadi urutan dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah 52222, 33333 , 25555.
Pilihan jawaban B
2. Misalkan a, b, dan c bilangan bulat. Pernyataan-pernyataan berikut yang Salah adalah …
Pembahasan :
- Pernyataaan A benar . Jika a membagi b dan b membagi c, maka a membagi c.
Bukti :
a dikatakan membagi b , jika ada bilangan bilangan bulat lain k sehingga b = k.c
dikatakan juga bahwa b adalah kelipatan dari a dan ditulis a|b .
a|b maka b = k1. a ,dan b|c maka c = k2. b dengan k1 , k2 bilangan bulat
c = k2. k1. a
k2. k1 adalah bilangan bulat dan dapat ditulis k2. k1= k, sehingga c = k. a ditulis a|c
atau a membagi c .
- Pernyataan B benar, Jika a membagi b, dan a membagi c, maka a membagi b+c.
Bukti :
a|b maka b = k1. a ,dan a|c maka c = k2. a dengan k1 , k2 bilangan bulat.
b + c = k1. a + k2. a
b + c = (k1 + k2) a , (k1+ k2)= k merupakan bilangan bulat sehingga
b + c = k. a ditulis a|(b +c) atau a membagi (b+c).
- Pernyataan C benar, jika a membagi b dan a membagi c, maka a membagi bc.
a|b maka b = k1. a , dan a|c maka c = k2. a dengan k1 , k2 bilangan bulat.
b . c = k1. a . k2. a = (k1. k2. a) a
b . c = k. a ditulis a|bc atau a membagi b
-
Pernyataan D salah, jika a membagi c, dan b membagi c, maka ab membagi c .
Bukti :
a|c maka c = k1. a , dan b|c maka c = k2. b dengan k1 , k2 bilangan bulat.
c . c = k1. a . k2. b = (k1. k2. ) ab
c2 = k. ab dituli ab | c2 atau ab membagi c2
Pernyataan ini berlaku untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c .
Misalkan a = 2, b = 4, dan c = 8 .
2|4 , dan 4|4 , maka 2.4 |8 ini pernyataan yang benar, akan tetapi jika
a = 2, b = 4, dan c = 4, maka 2.4|4 atau 8|4 ini pernyataan yang salah.
- Penyataan E benar , jika a membagi b, maka a membagi bc . Silahkan pebelajar mencoba untuk membuktikannya !
3. Misalkan untuk bilangan bulat a dan b didefinisikan
Untuk semua bilangan bulat a, b, c .
- a * b = b * a
- a * a = a
- a * ( b * c ) = ( a * b ) * c
Pembahasan :
Pernyataan yang benar adalah I dan II saja . Pilihan jawaban D
III. a * ( b * c ) ≠ ( a * b ) * c silahkan diperiksa !
4. Bilangan Cacah lima-digit dengan digit (angka) pertama tidak nol dan semua jumlah digitnya sama dengan 2 ada sebanyak …
Pembahasan :
Cara pertama :
Sesuai syarat soal, angka pertama (angka puluhan ribuan) yang mungkin hanya 1 dan 2, tetapi angka 1 dan 2 tidak dapat digunakan bersamaan pada satu bilangan karena jumlahnya harus 2.
Bilangan-bilangannya adalah 11000, 10100, 10010, 10001, dan 20000.
Jadi bilangan Cacah tersebut sebanyak 5 .
Cara kedua :
Untuk digit pertama (angka puluhan ribu) 1, tentukan kemungkinan angka ribuan, ratusan, puluhan serta satuan dan angka yang digunakan kemungkinannya hanya 0 dan 1 .
- Jika angka ribuannya 1, maka kemungkinan angka ratusan ada 1 kemungkinan yaitu hanya 0, dan ada 1 kemungkinan angka puluhan begitu pula ada 1 kemungkinan angka satuaannya. Jadi ada 1. 1. 1. 1 = 1 kemungkinan
- Jika angka ratusannya 1, maka kemungkinan angka ribuan ada 1 kemungkinan , ada 1 kemungkinan angka puluhan begitu pula ada 1 kemungkinan angka satuaannya.
Jadi ada 1. 1. 1. 1 = 1 kemungkinan
- Jika angka puluhannya 1, maka kemungkinan angka ribuan ada 1 kemungkinan, dan ada 1 kemungkinan angka ratusan begitu pula ada 1 kemungkinan angka satuaannya.
Jadi ada 1. 1. 1. 1 = 1 kemungkinan
- Jika angka 1 sebagai angka satuan , maka kemungkinan angka ribuan ada 1 kemungkinan, ada 1 kemungkinan angka ratusan begitu pula ada 1 kemungkinan angka puluhannya.
Jadi ada 1. 1. 1. 1 = 1 kemungkinan
♦ Jadi untuk digit pertamanya 1 ada sebanyak 1 + 1 + 1 + 1 = 4 kemungkinan
♦ Untuk digit pertamanya 2, maka hanya ada 1 kemungkinan untuk angka ribuan, ratusan, puluhan dan satuan yaitu 0. Jadi ada 1 . 1 . 1. 1 = 1 kemungkinan.
Dengan demikian bilangan Cacah yang dimaksud soal ada sebanyak 4 + 1 = 5 . (D)
Cara seperti ini lebih tepat, untuk soal bilangan yang angkanya lebih banyak, akan terhindar dari perhitungan ganda . Seperti contoh soal berikut :
Contoh soal :
Berapakah banyak bilangan yang dapat dibentuk dari angka-angka 1, 3, 5, dan 7, yang terdiri dari 3 digit (angkanya boleh berulang) tetapi harus memuat angka 5 !
Jika jawabannya 60 atau 64 jelas salah karena ada bilangan yang dihitung ganda.
Coba gunakan cara kedua diatas maka banyaknya bilangan sebanyak 37. Selamat mencoba .
5. Perhatikan Gambar !
Nilai dari a + b + c + d + e + f + g + h + i adalah …
Pembahasan :
Karena yang ditanyakan jumlah besar sudut dalam segi-9 tak beraturan pada gambar , maka kita bentuk segi-9 tersebut menjadi 7 bagian bidang segitiga sebagai berikut :
Sehingga nilai dari a + b + c + d + e + f + g + h + i = 7 x 180 = 1.260 (D)
1800 adalah jumlah besar sudut dalam segitiga .
6. Suatu bilangan kuadrat jika dibagi 3 , maka kemungkinan sisanya adalah …
Pembahasan :
Dalam teori bilangan, ini persoalan sisa pembagian bilangan bulat. Disebut kongruensi modulo dari bilangan kuadrat.
Suatu bilangan bulat k jika dibagi 3, maka kemungkinan sisanya 0, 1, atau 2.
Kuadrat adalah operasi hitung pangkat 2. Dalam kongruensi modulo,memiliki sifat kuadrat pada suatu bilangan, kongruen dengan kuadrat sisa pembagiaannya sehingga ;
Suatu bilangan k2 jika dibagi 3 maka sisanya 02, 12, atau 22 sama dengan 0, 1, 4 . Karena 4 masih bersisa dibagi 3 yaitu 1 , maka sisanya 0, 1, atau 1.
Jadi suatu bilangan k2 jika dibagi 3 , maka sisanya kemungkinan 0 atau 1 . (D)
7. Seorang pedagang membeli 25 kg beras jenis A seharga Rp 6.000,- setiap kilogram dan 15 kg beras jenis B seharga Rp 4.000,- setiap kg. Kedua jenis beras tersebut kemudian dicampur. Agar mendapat untung 4% setiap kg beras tersebut dijual seharga Rp …
Pembahasan :
Harga pembelian 25 kg beras A seharga = 25 x Rp 6.000,- = Rp 150.000,-
Harga pembelian 15 kg beras B seharga = 15 x Rp 4.000,- = Rp 60.000,-
Harga pembelian 40 kg beras A dan B seharga = Rp 150.000,- + Rp 60.000,- = Rp 210.000,-
Atau harga pembelian setiap kg kedua jenis beras Rp 210.000,- : 40 = Rp 5.250,-
Agar mendapat untung 4% maka harga penjuan setiap kg beras campuran tersebut seharga
104% x Rp 5.250 = Rp 5.460 (B)
8 . Jika f fungsi dari himpunan bilangan asli ke himpunan bilangan asli yang memenuhi
f (x) + f (x+1) = 2x2 dan f (31) = 99, maka f (99) = …. (C)
Lihat pembahasannya topic Rumus Rekursif pada Daftar Isi di sidebar atau klik disini
9. Diketahui suatu segitiga sama sisi dan setengah lingkaran seperti Gambar 2.
Gambar 2
Jika panjang sisi segitiga tersebut 14 cm, maka luas daerah yang diarsir adalah … cm2.
Pembahasan :
Luas daerah yang diarsir = luas segitiga sama sisi – luas setengah lingkaran.
Dalam menghitung luas segitiga sama sisi terlebih dahulu tentukan tingginya, kemudian hitung tingginya. Demikian pula dalam menghitung setengah luas lingkaran yang menyinggung kedua sisi segitiga tersebut terlebih dahulu temukan titik pusat lingkaran, lalu tentukan jari-jarinya dan hitung panjang jari-jari setengah lingkaran tersebut seperti pada gambar berikut :
Buat segmen garis tinggi CD tegak lurus AB
Menurut teorema Pythagoras;
![]() ![]() |
Maka luas segitiga sama sisi ABC = 1/2 x AB x CD = 1/2 x 14 x 7√3 = 49 √3 cm2.
Karena setengah lingkaran tersebut menyinggung kedua sisi segitiga, maka titik D adalah pusat lingkaran , DE adalah jari-jari setengah lingkaran , dan E titik singgung setengah lingkaran pada satu sisi segitiga ABC.
DE tegak lurus BC (menurut sifat garis singgung lingkaran tegak lurus jari-jari di titik singgungnya). Perhatikan segitiga DEC siku-siku di E. Besar sudut ACB = 600 , maka besar sudut DCE = 300 sehingga panjang
Luas setengah lingkaran D = 1/2 π r2 =
Jadi Luas daerah yang diarsir =
(C)
10. Suatu lapangan rumput berbentuk persegi ABCD seperti pada Gambar 3, dengan panjang
AB = 7 cm. Seekor kambing diikat di E dengan tali sepanjang 4 m.
Jarak AE = 2 m. Luas daerah rumput yang dapat dimakan kambing tersebut adalah … m2.
Pembahasan :
Terlebih dahulu buatlah sketsa gambar lapangan rumput yang mungkin terjangkau oleh kambing seperti pada gambar berikut :
Luas daerah yang dimaksud adalah luas segitiga EAF dan luas daerah Sektor (juring) GEF.
Luas segitiga EAF = 1/2 x AE X AF
Perhatikan segitiga EAF siku-siku di A maka menurut teorema Pythagoras ;
| |
Untuk dapat menghitung luas daerah sector GEF kita harus mengetahui besar sudut GEF .
Perhatikan segitiga EAF siku-siku di A , panjang AE = 2 , dan EF = 4 , maka besar sudut AFE = 300, dan besar sudut AEF = 600 sehingga besar sudut GEF = 1800 – besar sudut AEF = 1800 – 600 = 1200.
Dengan demikian luas daerah rumput yang dapat dimakan kambing =
(A)
11. Banyaknya jalan terpendek dari P ke Q adalah …

Sebelum menyimak pembahasan soal tersebut, sebaiknya pelajari ilustrasi berikut :
Berapa banyaknya jalan terpendek dari A ke B pada dibawah ini :

Karena jalan terpendek yang ditanyakan, maka routenya hanya
Ke kanan, atau ke atas.( seperti pada Gambar 1)
Jika kita hitung banyaknya route dari A ke B ada 10 jalan atau 10 cara
jalan berbeda yang dapat ditempuh.
Dalam matematika 10 cara ini merupakan kombinasi 3 unsur dari 5 unsur yang berbeda.
Ditulis ![]()
Penjelasan : 5 adalah banyaknya segmen garis yang menghubungkan dua titik sudut dari A ke B dalam satu route.
3 adalah jumlah segmen garis yang menghubungkan dua titik dalam satu route ke arah atas.
Ada dua cara dalam menghitung banyaknya jalan terpendek dari P ke Q pada gambar diatas.
- Pertama dengan menghitung semua jalan dari P ke Q dalam ukuran 5 x 4 grid , lalu dikurangi banyaknya jalan yang melalui segmen-segmen garis yang terputus tersebut. Cara ini cukup panjang .
- Kedua dengan mengitung langsung banyaknya jalan melalui titik-titik percabangan, seperti yang akan dibahas.
Untuk memudahkan perhitungan (agar tidak melakukan perhitungan ganda) tandai titik-titik sudut pada gambar seperti berikut :

Route jalan dari P ke A melalui B dan menuju Q ditulis P – A – B – Q .
Kita hitung banyaknya jalan dari gambar diatas.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Jadi banyaknya jalan terpendek dari P ke Q adalah 3 + 27 + 9 + 15 + 6 = 60 (D)
12. Pada pukul 10.15 penerjun payung melompat dari pesawat udara sambil membuka parasutnya. Setelah 8 detik, ketinggiannya 2000 meter dari permukaan tanah. Lima detik kemudian ketinggiannya 1900 meter. Misalkan mulai detik ke- 8 sampai dengan satu menit kecepatannya tetap.
Ketinggian pada pukul 10.16 adalah …. meter.
Jawab :
Berdasarkan data soal tersebut : kecepatan dianggap tetap ,perhitungan mulai detik ke-8.
Dalam 5 detik penerjun telah turun ke bumi sejauh 100 meter, berarti kecepatan turun penerjun 100/5 = 20 meter/detik.
Jadi ketinggian pada pukul 10.16 (setelah 1 menit) = 2000 – (20m/detik x 52)
= 2000 – 1040 meter
= 960 meter (D)
13. Desi merayakan hari ulang tahun pada tanggal 27 Desember 2006. Jika pada hari tersebut usia Desi sama dengan jumlah digit dari angka tahun kelahirannya, maka Desi lahir pada tahun …
Jawab :
- Dengan Coba periksa satu persatu pilihan jawaban yang tersedia (try and error)
Jika Desi lahir pada tahun 1994, maka jumlah angka-angkanya = 1 + 9 + 9 + 4 = 23,
dan 2006 – 1994 = 12, sedangkan 23 ¹ 12 . Jadi salah
Jika Desi lahir pada tahun 1984, maka jumlah angka-angkanya = 1 + 9 + 8 + 4 = 22,
dan 2006 – 1984 = 22, dan ini benar. Jadi Desi lahir pada tahun 1984 berdasarkan pilihan jawaban yang disediakan. (D)
- Dengan teori bilangan :
Misalkan Desi lahir pada tahun X
Analisa . Jika X terdiri dari satu digit tak mungkin Desi berumur ribuan tahun, begitu pula dua digit, atau tiga digit. Yang mungkin X terdiri dari 4 digit dan dapat kita tulis Desi lahir pada tahun abcd, dan menurut soal diperoleh kesamaan :
2000 – 1000.a + (0 – 100.b) + (0 – 10.c) + (6 – d) = a + b + c + d , dimana a + b + c + d >0 dan
a + b + c + d < 1+9+9+9
atau a + b + c + d < 28
1000( 2 – a ) – 100.b – 10.c + (6 – d ) = a + b + c + d
Karena nilai dari a + b + c + d positif, maka nilai a yang mungkin adalah 1 atau 2 .
- Untuk a = 1 , maka diperoleh kesamaan ;
1000( 2 – 1 ) – 100.b – 10.c + (6 – d ) = 1 + b + c + d
1000 – 100.b – 10.c + (6 – d ) = 1 + b + c + d
Karena nilai dari a + b + c + d bilangan puluhan, maka nilai b = 9 sehingga diperoleh;
1000 – 100.9 – 10.c + (6 – d ) = 1 + 9 + c + d
100 – 10.c + (6 – d ) = 10 + c + d
96 – 11.c = 2.d
Tampak 96 – 11.c adalah bilangan kelipatan 2 dari d , maka nilai c genap dan
96 – 11.c ≤ 18 , (karena maksimal nilai d =9)
11.c ≥ 78 dipenuhi untuk c = 8 , sehingga diperoleh kesamaan :
96 – 11. 8 = 2. d
2. d = 8 , atau d = 4
Dengan demikian untuk a= 1 , maka b = 9 , c = 8, d = 4 . jadi X = 1984
- Untuk a = 2 , karena nilai dari a + b + c + d positif, maka nilai b=0 , dan c = 0 , sehingga diperoleh kesamaan ;
1000( 2 – 2 ) – 100.0 – 10. 0 + (6 – d ) = 2 + 0 + 0 + d
6 – d = 2 + d
2. d = 4 atau d = 2
Dengan demikian untuk a= 2 , maka b = 0 , c = 0, d = 0 . jadi X = 2002
Jadi untuk soal ini kemungkinan Desi lahir pada tahun 1984 atau 2002.
14. Suatu barisan hanya terdiri dari bilangan 1 , 2, 3, 4, dan 5.
Jika barisan tersebut adalah 1 , 2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 5, 1, 1, 1, 1, 1, 1, 2, 2, 2, 2, 2, 2, 2, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 3, 4, …, maka suku ke-100 dari barisan tersebut adalah ….
Jawab :
Barisan ; 1, 2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 5, 1, 1, 1, 1, 1, 1, …. Sebut barisan ke-1
Jika kita perhatikan barisan tersebut diatas, banyaknya bilangan 1, 2, 3, 4, dan 5 yang muncul membentuk barisan Aritmetika dengan suku pertama= 1 dan beda =1 ,sebagai berikut :
1 , 2, 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 11, … sebut barisan ke-2
Jumlah n suku pertama dari barisan ke-2 menyatakan suku ke-n barisan ke-1 .
Kita cari pada suku ke berapa ? suku ke-100 pada barisan ke-1 termuat pada barisan ke-2
Dengan kata lain berapa nilai n bilangan bulat positif terkecil yang memenuhi pertidaksamaan berikut :
![]()
Nilai n yang memenuhi adalah n = 14 karena 1/2. 14 (14 + 1) = 7 x 15 = 105 >100
Sehingga suku ke-100 pada barisan ke-1, adalah bilangan yang berulang sebanyak 14 kali.
Persoalannya berapakah bilangan itu 1, 2, 3, 4, atau 5 ?
Karena barisan ke-1 terdiri dari bilangan 1, 2, 3, 4, dan 5 secara berulang, maka
14 dibagi 5 bersisa 4, dengan demikian bilangan 4 adalah bilangan yang berulang sebanyak 14 kali tersebut.
Jadi suku ke-100 pada barisan tersebut adalah 4 . (D)
15. Konstanta dari
adalah ….
Jawab :
Ini bentuk perpangkatan suku dua, disebut juga Binomial Newton.
Konstanta dari ![]()
adalah hasil perpangkatan dari suku dua tersebut yang tidak memuat variable x atau variable dari x berpangkat nol .
Permasalahannya suku x3 dipangkat berapa dan suku x-1 dipangkatkan berapa agar hasil kalinya x0.
Secara matematika dapat ditulis ;
![]()
dimana ![]()
![]()
![]()
Karena m + n = 8 maka m + 3m = 8
4m = 8
m = 2 dan n =6
Untuk koefisien hasil pengkatan suku dua tersebut dapat kita temukan dengan pola bilangan segitiga Pascal sebagai berikut :
Jadi konstanta dari
(D)
-
Dengan rumus Binomial Newton (jika kita ingat )
Konstanta dari ![]()
16. Banyaknya bilangan asli yang kurang dari 10.000 dengan jumlah digit pertama dan digit terakhirnya sama dengan 11 adalah ….
Jawab :
Karena bilangan tersebut kurang dari 10.000 berarti bilangan tersebut terdiri dari 4 digit, 3 digit dan 2 digit.
a. Untuk Bilangan yang terdiri dari 4 digit.
Karena jumlah digit pertama dan terakhir sama dengan 11, maka angka yang mungkin
- Untuk angka ribuan dan satuan selalu berpasangan yaitu (2 , 9 ) , (9 , 2), (3 , 8), (8 , 3),(4 , 7),(7 , 4),(5 , 6) atau (6 , 5) ada 8 pasangan.
- Untuk angka ratusan ada 10 kemungkinan
- Untuk angka puluhan ada 10 kemungkinan
Untuk memudahkan gambar 4 kotak seperti berikut, kemudian isikan banyaknya kemungkinan angka yang dapat digunakan.

b. Untuk bilangan yang terdiri dari 3 digit, dengan cara yang sama diperoleh sebanyak :
8 x 10 x 1 = 80
c. Untuk bilangan yang terdiri dari 2 digit, dengan cara yang sama diperoleh sebanyak :
8 x 1 = 8
Jadi, Banyaknya bilangan asli yang kurang dari 10.000 dengan jumlah digit pertama dan digit terakhirnya sama dengan 11 sebanyak 888. (B)
17. Perhatikan Gambar 5. Jika bilangan pada daerah persegi tidak diarsir diperoleh dengan menjumlahkan dua bilangan pada persegi tidak diarsir di bawah dan terhubung dan terhubung dengannya, maka nilai x adalah ….

Jawab :
(1 + x) +( x + 6) +(x + 6 ) +( 6 + 8 ) = 6x
3x + 27 = 6x
3x = 27 , maka x = 9 ( C )
18. Perhatikan Gambar 6. Diketahui PQRS adalah jajargenjang dan misalkan garis SU memotong diagonal PR di titik T , memotong ruas garis QR di titik U, dan memotong PQ di titik V.

Jika panjang ruas garis ST = 16 cm dan panjang ruas garis TU = 8 cm, maka
Panjang ruas garis UV adalah …. cm.
Jawab :
Petunjuk : Mencari panjang ruas garis tertentu pada bangun bidang datar yang membentuk beberapa segitiga, gunakan teorema-teorema atau sifat- sifat kesebangunan segitiga!
Langkah awal untuk memudahkan isikan data-data yang diketahui pada gambar, gunakan data soal yang diketahui , lalu temukan sepasang segitiga yang sebangun dan temukan hubungan-hubungannya yang berkaitan dengan yang ditanyakan.

Karena Segiempat PQRS adalah jajargenjang, maka ruas garis SR sejajar PQ dan ruas garis PS sejajar QR, maka besar sudut TSR = sudut PVT (sudut dalam bersebrangan/ tidak sepihak)
besar sudut TRS = sudut VPT (sudut dalam bersebrangan/ tidak sepihak)
besar sudut TPS = sudut TRU (sudut dalam bersebrangan/ tidak sepihak)
-
Perhatikan segitiga PST sebangun dengan segitiga RUT ( sd-sd-sd)
Akibatnya ;
![]()
-
Perhatikan segitiga PTV sebangun dengan segitiga RTS (sd-sd-sd)
Akibatnya ;
![]()
![]()
Perhatikan ruas garis TV
UV = TV – TU
UV = 32 – 8 = 24
Jadi panjang ruas garis UV = 24 cm (E)
19. Dua mata uang dilempar empat kali berturut-turut. Peluang muncul angka pertama kali pada pelemparan kempat adalah …
Jawab :
Cara pertama :
Langkah awal : tentukan semua hasil yang mungkin (ruang sampel) dari pelemparan dua mata uang tersebut.
- Pada pelemparan pertama , semua hasil yang mungkin { AA, AG, GA, GG} ada sebanyak 4 kemungkinan. ( dapat dilihat pada table berikut)

Begitupun pada pelemparan kedua, ada 4 kemungkinan
- Pada pelemparan ketiga, ada 4 kemungkinan, dan
- Pada pelemparan keempat ada 4 kemungkinan
Jadi banyaknya semua hasil yang mungkin dari empat kali pelemparan sebanyak
4 x 4 x 4 x 4 = 44
Misalkan N adalah kejadian munculnya angka (A) pertama kali pada pelemparan keempat. Maka N = {AA, AG, GA} , maka
![]()
Jadi peluang munculnya angka pertama kali pada pelemparan keempat adalah
(C)
Cara kedua :
Kejadian munculnya angka(A) atau gambar (G) pada pelemparan mata uang adalah dua kejadian yang saling bebas (independent) artinya terjadinya kejadian muncul angka atau tidak terjadinya tidak mempengaruhi kejadian munculnya gambar.
Sehingga munculnya angka atau tidak muncul, tidak mempengaruhi kemungkinan munculnya gambar dalam setiap pelemparan.
Untuk dua kejadian K dan L yang saling bebas , P (K dan L) = P(K) . P(L)
Dengan konsep tersebut kita dapat menghitung nilai peluangnya pada setiap pelemparan.
Karena yang ditanyakan pada soal adalah peluang munculnya angka pertama kali pada pelemparan keempat, berarti :
Pada pelemparan kesatu muncul {GG}, begitu pula pada pelemparan kedua dan ketiga.
Peluang munculnya GG = 1/4 , pada pelemparan kesatu, kedua, dan ketiga.
Pada pelemparan keempat kejadian yang mungkin muncul {AA, AG, GA}, Peluang (AA, AG, GA) = 3/4 ,
sehingga Peluang yang ditanyakan soal adalah,
![]()
20. Untuk meningkatkan penjualan suatu perusahaan memberikan hadiah yang dimuat dalam setiap kotak susu yang dijual, satu dari empat seri buku secara acak.
Jika Ghina membeli empat kotak susu, maka peluang Ghina mendapatkan semua seri buku hadiah adalah ….
Jawab :
Karena setiap hadiah yang dimuat dalam setiap kotak susu diambil secara acak, maka dalam setiap kotak susu terdapat 4 kemungkinan seri buku yang dimuat , sehingga banyaknya semua hasil yang mungkin dari 4 kotak susu atau banyakny anggota Ruang Sampel adalah 4 x 4 x 4 x 4 = 256.
Sedangkan banyaknya hasil mungkin agar Ghina mendapatkan semua seri buku (4 seri buku) adalah Permutasi dari 4 unsur yang berbeda yaitu 4! = 4 x 3 x 2x 1 = 24.
Sehingga peluang Ghina mendapatkan semua seri buku dalam empat kotak susu adalah
24/256 = 3/32
Demikian pembahasan 20 soal ini penulis sajikan khususnya buat siswa-siswa SMPN 14 Kota Sukabumi, umumnya bagi pengemar matematika.
Tulisan ini utuh gagasan penulis sendiri, kritik dan saran sangat diharapkan dari para pakar matematika pendidikan ,karena bukan hal yang mustahil terdapat kekeliruan baik konsep maupun penyajiannya (al insan mahalul khotho’). Akhirnya semoga bermanfaat …











makasih banget mas
terimaksih banyak atas pembahasan soal2nya, ini sangat2 berguna sekali.
Soal No 20, logika berpikir saya kok lain ya?. Begini:
membeli 4 kotak susu dgn 4 seri buku berbeda, berarti bnyk ruang sampel 4^4=256
Misal jenis bukunya A, B, C, atau D. Kejadian yg mungkin : ABCD,ACBD, ADCB, dst. Jadi byk seluruh kemungkinan 4x3x2x1 = 24.
Jadi peluang Ghina mendapatkan semua seri buku hadiah adalah 24/256 = 3/32
Setelah saya telaah, benar. Makasih koreksinya dan sudah saya betulkan.
Soal No 16.
Bilangan asli yang <10.000 ada 3 kemungkinan,yaitu 4 digit,ada 800. Analogi pengerjaan di atas untuk 3 digit ada 80, dan untuk 2 digit ada 8. Jadi semuanya ada 800 + 80 + 8 = 888. Kang Deni, kalo punya rujukan (file) "kombinatorika-peluang" boleh dong dikirim ke emailq.
Benar, saya terburu-buru. Yang terdiri dari 3 digit dan 2 digit ga kehitung. Makasih Mas Koreksinya.
File tidak punya, Rujukan juga tidak punya, saya hanya mengandalkan intuisi apa yg saya dapat dulu. Tp saya pernah membaca sekilas Buku punya teman kuliah dulu tentang Permutasi, Kombinasi, dan Teori Peluang Diskrit non Diskrit, yg berjudul : Teori Peluang dan Statistika untuk Insiyur Penerbit ITB Bandung. Didalamnya ada soal-soal tentang Kombinasi, Permutasi, Peluang dan Statisitika.
Hampir semua buku dan catatan sy kuliah diambil siswa saya dan belum kembali hingga saat ini.