Pembahasan Soal Matematika PASIAD Ke-6 Final 2010
Pembahasan Kompetisi Matematika PASIAD se-lndonesia VI
Tingkat SMP Babak Final
Pembahasan ini menurut cara penulis sebatas pengetahuan yang ada di benak, tentu yang legal pembahasan dari pembuat soal PASIAD. Pembahasan ini hanya sarana penulis berlatih dan berbagi untuk mereka penggemar matematika, dan siswa yang merasa kesulitan dalam menjawab soal-soal yang tidak rutin. Tentu banyak jalan yang bisa ditempuh dari Surabaya menuju Jakarta, demikian pula lebih dari satu cara dalam menjawab soal ini. Sebaik-baiknya jawaban adalah pembahasan yang benar dengan cara sendiri. Sebagai pembahas, saya hanya memberikan sedikit dasar teori serta logika berpikir yang mana setiap orang dikaruniai hal itu, tinggal kita membukanya. Jadi jangan pernah terpola dengan satu cara pembahasan.
Selamat menyimak dan semoga bermanfaat !
PEMBAHASAN
1.

2. Diketahui bilangan m dengan jumlah digit-digitnya 30, maka m adalah bilangan kelipatan 3.
Bilangan m terkecil adalah terdiri dari 4 digit.
Jika m = 3999 , maka m + 3 = 4002 sehingga jumlah digitnya 4 + 2 = 6
Jika m = 9399 , maka m + 3 = 94002 sehingga jumlah digitnya 9 + 4 + 2 = 15
Jika m = 9939 , maka m + 3 = 9942 sehingga jumlah digitnya 9 + 9 +4+ 2= 24
Jika m = 9993 , maka m + 3 = 9996 sehingga jumlah digitnya 9 + 9 +9+ 6= 33
Jadi bilangan m + 3 , jumlah digitnya tidak bisa sama dengan 21 . B
3. Rubahlah bilangan x , y, z, dan t sehingga berpangkat sama !
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
4. Persoalan ini dapat kita analogikan sebagai pertukaran posisi tempat duduk 5 orang, dimana semua orang harus berpindah posisi duduk jika disediakan 5 kursi.

Untuk memudahkan perhitungan kita lakukan dalam dua tahap
Tahap I.
Hitung banyaknya susunan untuk posisi kursi ke-1 dan ke-2, adalah merupakan permutai 2 unsur dari 5 unsur yang berbeda, yaitu sebanyak ;
![]()
Tetapi dari 20 susunan ini terdapat susunan yang tetap, yaitu AB, AC, AD, AE, CB, DB, dan EB.
Jadi, banyaknya susunan untuk posisi kursi ke-1 dan 2 yang berbeda dan tidak ada yang tetap sebanyak 20 – 7 = 13 susunan, yaitu; BA, BC, BD, BE, CA, CD, CE, DA, DC, DE, EA, EC, ED,
Tahap II
Selanjutnya dari setiap 13 susunan tersebut, hitung banyaknya susunan untuk posisi kursi ke-3, 4 dan 5 yang berbeda dan tidak ada yang tetap.
1) Untuk posisi kursi ke-1 dan 2 , yaitu BA.
Buatlah 5 petak lalu isi petak ke-3, ke-4 dan 5 dengan banyaknya kemungkinan orang yang dapat menduduki posisi tersebut.
![]()
Kursi ke- 3 kemungkinan dapat diduduki oleh 2 orang yaitu D dan E, selanjutnya kursi ke-4 dan ke-5 kemungkinan dapat diduduk oleh 1 orang, jadi banyaknya susunan yang berbeda untuk posisi kursi ke-1 dan ke-2, BA sebanyak 2 x 1 x 1 = 2 susunan.
Yaitu B A D E C , dan B A E C D
2) Untuk posisi kursi ke-1 dan 2 , yaitu BC
![]()
Maka banyaknya susunan sebanyak 3 x 1 x 1= 3 susunan, yaitu;
BC AED , BC EAD, BC DEA.
Banyaknya susunan ini sama untuk posisi kursi ke-1, dan ke-2 yaitu:
BD, BE, CA, DA, EA
Jadi, banyaknya susunan 6 x 3 = 18 susunan
3) Untuk posisi kursi ke-1 dan 2 , yaitu CD,
![]()
Maka banyaknya susunan sebanyak 2 x 2 x 1= 4 susunan, yaitu;
CD AEB , CD BEA, CD EAB, CD EBA
Banyaknya susunan ini sama untuk posisi kursi ke-1, dan ke-2 yaitu: DC, ED, DE, EC, CE.
Jadi, banyak susunan sebanyak 6 x 4 = 24 susunan.
Dengan demikian banyaknya susunan posisi duduk dengan kondisi tidak ada yang tetap adalah sebanyak 2 + 18 + 24 = 44.
Jadi banyaknya cara yang mungkin saling memberikan hadiah sebanyak 44 cara. D
5. Jumlah nilai digit angka m = 999 x 9 = (1000 – 1) x 9 = 9000 – 9 = 8.991 B
Cukup mudah.
6. Rasio jarak yang ditempuh jarum (jam) dan jarum (menit) yang bergerak selama 3 jam adalah

Cukup mudah
7. Gunakan sifat akar, dan aljabar.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
Dari persamaan (1) dan (2), disimpulkan ,bahwa;
a = c , dan
2a + b = – (b + 2c) atau 2a + 2b = – 2c atau a + b = -c .
Atau disimpulkan bahwa, b = -2a
Maka nilai (a + b + c)2 = (-c + c)2 = 0 , tapi pilihan jawaban ini tidak ada, ubah kebentuk lain
= (a + b + a)2
= (2a + b)2
= 4a2 + 4ab + b2
= 4a2 + 4a(-2a) + b2
= 4a2 – 8a2 + b2
= b2 – 4a2
= b2 – 4ac A
8. Gunakan pemfaktoran bentuk selisih dua kuadrat !
![]()
![]()
![]()
Cukup mudah.
9. Sederhanakan penjumlahan bilangan pecahan bersusun tersebut !


10. Diketahui persegi berukuran 8 x 8
Ukuran persegi yang terbentuk adalah
![]()
Persoalan ini sama dengan berapa banyak cara menempatkan ubin 2 buah persegi (berukuran 2×2) pada petak pesegi berukuran 4×4. Hal ini sama dengan permutasi 2 unsur dari 4 unsur yang sama, yaitu sebanyak 42 = 24 .
Karena pewarnaan merah dan biru, merupakan hal yang saling bebas, maka banyaknya cara mewarnai sehingga potongan 2 persegi berwarna biru dan 2 persegi berwarna merah adalah sebanyak = 24 x 24 = 28 C
11. Koefisien hasil perpangkatan bilangan (1 + x)n adalah
![]()
Diketahui bahwa , 4! = 4 x 3 x 2 x 1 = 24.
Koefisien terbesar hasil perpangkatan bilangan (1 + x)n adalah 1/24 n (n-1)(n-2)(n-3) , maka
![]()
Dari bentuk (A) tampak bahwa r = 4, sehingga bentuk (A) dapat ditulis:
![]()
![]()
Selanjutnya bentuk (B) periksa nilai n yang menghasilkan nilai yang sama dengan 1/24 n(n-1) (n-2)(n-3) :
Dipenuhi untuk n = 7 ;
7!/(7-3)! = 7!/3! = 7 x 6 x 5 x 4 = 1/24 (7 x 6 x 5 x 4)
Jadi , untuk n = 7 diperoleh koefisien sesuai soal D
12. Banyaknya bilangan bulat berbeda yang memenuhi y ,
![]()
Karena nilai y merupakan bilangan bulat, maka dengan mudah dapat kita temukan;
Nilai y maksimum dicapai jika nilai dari :
![]()
![]()
Nilai y minimum dicapai jika nilai dari :
![]()
![]()
Sehinnga nilai y adalah -18 ≤ y ≤ 18
Untuk nilai y bilangan bulat, maka banyaknya adalah 37 B
13. Banyaknya bilangan genap antara 1 dan 9 adalah 4, maka banyak siswa laki-laki = 18 – 4 x1 =14
C (sangat mudah)
14. Perhatikan gambar !

Jika panjang AK = a , dan panjang [KP]=[PR]=[RB]= x , maka
Luas persegi APNO – luas persegi AKLM = 17
(a + x)2 – a2 = 17
2ax + x2 = 17
x ( 2a + x) = 17
Karena 17 merupakan bilangan prima, maka haruslah x = 1 dan 2a + x = 17, sehingga diperoleh;
2a + 1 = 17 ,
2a = 16 atau a = 8.
Jadi, luas persegi ABCD = (a + 3x)2 = (8 + 3)2 = 112 = 121 B.
15. Perhatikan gambar!

Tampak pada gambar, tebal rantai 1 cm, dan penambahan panjan 1 gelang rantai adalah
6 – 2 = 4 cm.
Ukuran panjang rantai membentuk barisan aritmetika sebagai berikut:
6 , 10 , 14 , … ,170.
Un = a + ( n – 1 ) b , dengan a = 6 , b = 4 dan n banyaknya gelang rantai, sehingga diperoleh;
6 +(n – 1) 4 = 170
6 + 4 n – 4 = 170
4n = 170 – 2
n = 168/4
n = 42
Jadi, banyaknya gelang rantai adalah 42. D
16. Banyak angka untuk 10 bilangan asli pertama yang ditulis dari kiri ke kanan sebanyak 11 angka.
Banyak angka untuk bilangan dari 11 s.d. 20 sebanyak 20 angka, dan banyak angka untuk bilangan dari 21 s.d. 30 sebanyak 20 angka.
Dengan demikian urutan angka ke-50 dari bilangan yang ditulis dari kiri ke kanan adalah 3 A
17. Misalkan bilangan terbesar yang mungkin adalah n, dengan n bilangan bulat positif.
Bilangan n terbesar dicapai, jika bilangan terkecil dari himpunan bilangan tersebut adalah 1 dan selisih dua bilangan berurutan dari 15 anggota himpunan bilangan itu juga 1, sehingga dapat ditulis:
![]()
![]()
![]()
![]()
Jadi, bilangan bulat positif terbesar yang mungkin adalah 136. B
18.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
= 104 + 3. 102 + 1
= 10.301 A
19. Berapa banyak pasangan (x, y, z) yang memenuhi persamaan x + y + z = 100, dengan x, y, dan z
merupakan bilangan bulat positif.
Persoalan ini identik dengan membagikan 100 benda ke dalam 3 kotak yang diberi nama x , y, dan z dengan isi setiap kotak paling sedikit 1 benda (karena x, y, z bilangan bulat positif).
- Mulailah dari persoalan yang sederhana, misalkan x + y + z = 4.
Pertama masukan 1 benda ke dalam semua kotak , selanjutnya sisanya masukan ke sembarang kotak . Sisa benda adalah 1 yang kemungkinan dapat dimasukan ke dalam kotak x, y, atau z, , sehingga banyaknya kemungkinan sebanyak 3.
Pasangan nilai (x, y, z) yang memenuhi adalah (1, 1, 2) , (2, 1, 1) , (1, 2, 1) ,.
Dengan demikian banyaknya pasangan (x, y, z) sebanyak 3.
- Lanjutkan untuk x + y + z = 6
Pasangan nilai (x, y, z) yang memenuhi adalah (1, 1, 4) , (1, 4, 1) , (4, 1, 1), (2, 2, 2), (1, 3, 2),
(1, 2, 3), (3, 1, 2), (3, 2, 1), , (2, 1, 3), (2, 3, 1) sebanyak 10 pasang.
Jika kita rumuskan, untuk soal; x + y + z = 4 , diperoleh sebanyak 3 pasang
![]()
Perhatikan, 4 adalah jumlah bilangannya, 3 banyaknya variable (kotak).
Untuk soal; x + y + z = 6 , diperoleh sebanyak 10 pasang.
![]()
Secara umum dapat kita rumuskan:
Akibat langsung dari syarat bahwa, isi setiap kotak paling sedikit 1 benda adalah sedikitnya terdapat 2 kotak berisi jumlah benda yang sama. Ok?
Banyaknya permutasi n unsur berbeda dengan satu unsur yang sama muncul sebanyak s kali.
![]()
Mengitung banyaknya semua kemungkinan cara membagikan sejumlah n benda ke dalam k kotak dengan isi setiap kotak paling sedikit 1 benda, yaitu:
Langah pertama, masukan 1 benda ke dalam setiap kotak, sisanya sebanyak (n – k ) benda. Selanjutnya sisanya sebanyak (n – k) benda tersebut dibagikan ke sembarang kotak.
Banyaknya kemungkinan, sama dengan menghitung banyaknya permutasi dari (n – k).

Dengan trik menyisipkan angka 1 sebagai pemisah dari sejumlah k kotak, sehingga terdapat sebanyak (k – 1) angka satu yang sama, maka banyaknya kemungkinan merupakan permutasi (n – k) benda dari (n – k + k – 1 )= (n – 1) benda berbeda, dengam jumlah unsur yang sama sebanyak (k – 1) (yaitu angka 1 sebagai pemisah).
Sehingga permutasi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:
![]()
Hasil perhitungan ternyata sama dengan kombinasi (k – 1) unsur dari (n – 1) unsur berbeda.
Jadi , untuk n = 100 dan k = 3 , diperoleh:
![]()
=4900 – 49 = 4.851 C
Gunakan rumus tersebut untuk menentukan banyaknya penyelesaian yang merupakan bilangan bulat positif dari sebuah persamaan yang berjumlah n dan terdiri dari k variable (k >1 ).
x1 + x2 + ….+ xk = n
Jika x1 + x2 + ….+ xk anggota bilangan bulat tidak negatif, maka banyaknya penyelesaian adalah sebanyak:
![]()
20. Berapakah banyaknya nilai x yang memenuhi persamaan nilai mutlak berikut;
![]()
![]()
Kedua ruas persaman (2) dikuadratkan diperoleh;
p2 – 2 p + 1 = 4
p2 – 2 p – 3 = 0
(p – 3)(p + 1) = 0 , maka nilai p = 3 (yang memenuhi, karena p tidak negatif)
![]()
Jadi, banyaknya nilai x yang memenuhi adalah sebanyak 2 C
21. Perhatikan gambar !

Hitunglah banyaknya segitiga dan persegi lalu hitung selisihnya !
Banyaknya segitiga 10, sedangkan banyaknya persegi di dalam segitiga besar adalah 7.
Jadi, jumlah segitiga berlebih dari jumlah kotak persegi yang ada dalam segitiga besar adalah 3. C mudah
22. Letak median (nilai tengah)
Berdasarkan informasi soal urutan ke-50 merupakan nilai di tengah-tengah dari sekumpulan data terurut yang berjumlah ganjil.
Jika n adalah jumlah siswa peserta kompetisi PASIAD maka
1/2 (n + 1) = 50
n +1 = 100 , maka n = 99.
Jadi, jumlah siswa peserta kompetisi adalah 99 C
23. Berapakah banyaknya bilangan bulat positif yang memenuhi pertidaksamaan;
![]()
Jika ketiga ruas dikuadratkan, diperoleh , 20002 < n (n + 1) < 20052 , maka
bilangan bulat positif n yang memenuhi adalah 2000, 2001, 2002, 2003, dan 2004.
Jadi sebanyak 5 A (mudah)
24. Sistem Persamaan Linear 3 variabel
Diketahui;

Dari persamaan (1), diperoleh a = 7 – (b +c) , b = 7 – (a+c) , dan c = 7 – (a+b), substitusi ke soal yang ditanyakan , sehingga dapat ditulis :
![]()
![]()
![]()
![]()
25. Jika suku ke-n dari bilangan tersebut adalah Un , maka Un = 2 Un-1 + a
U6 = 70 dan U9 = 609.
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
26. Soal SPLDV
Misalkan jumlah mahluks Plouks = x , dan jumlah mahluk Zuves = y , maka diperoleh persamaan;

27. Berapa banyaknya bilangan 8 digit (a1 a2 a3 … a8) yang terdiri dari angka 0 atau 1 dimana , a1=1
dan memiliki sifat: a1 + a3 + a5 + a7 = a2 + a4 + a6 + a8 . (dengan kata lain jumlah angka pada urutan ganjil sama dengan jumlah angka pada urutan genap).
Langkah pertama buatlah 8 petak kemudian isi dengan angka 1 atau 0 , hitung banyaknya susunan yang mungkin untuk 2 keadaan yang bebas yaitu untuk angka urutan ganjil dan untuk angka pada urutan genap, mulai dengan jumlah angka 8 digit tersebut yang mungkin yaitu 2, 4, 6 , dan 8.
- Untuk jumlah angka-angkanya = 2, maka jumlah angka-angka pada urutan ganjil dan genap sama yaitu 1.
Untuk urutan ganjil hanya ada 1 susunan (karena a1=1).
Sedangkan untuk urutan genap.

Sebanyak 4 susunan.
Banyaknya susunan ini merupakan permutasi n unsur (dengan k unsur yang sama muncul sebanyak r1,…,rk dimana k ≤ n ) .
![]()
Untuk urutan angka ganjil cukup dihitung dari urutan ke-3, 5, dan 7 karena urutan ke-1 tetap.
Dari tiga digit hanya terdiri dari 3 angka 0 , sehingga banyaknya susunan sebanyak;
![]()
Untuk urutan genap:
Dari 4 unsur tersebut terdapat sebanyak 1 angka 1 dan sebanyak 3 angka 0 yang sama, maka banyaknya permutasi adalah
![]()
Karena dua hal ini merupakan kasus yang saling bebas, maka banyaknya susunan bilangan dengan jumlah angka-angkanya =2 adalah sebanyak 1 x 4 = 4
2). Untuk jumlah angka-angkanya = 4
Jumlah angka untuk urutan ganjil = 2 , Cukup dihitung dari urutan ke-3 , 5, dan 7 karena urutan ke-1 tetap dan banyaknya susunan sebanyak :
![]()

Untuk urutan genap, terdapat sebanyak 2 angka 1 dan sebanyak 2 angka 0, sehingga banyaknya susunan yang mungkin sebanyak;
![]()
Dengan demikian banyaknya susunan bilangan yang mungkin sebanyak 3 x 6 = 18
3). Untuk jumlah angka-angkanya = 6
Jumlah angka untuk urutan ganjil = 3 dan banyaknya susunan:
![]()
Untuk urutan genap:
Terdapat sebanyak 3 angka 1 dan sebanyak 1 angka 0, sehingga banyaknya susunan bilangan yang mungkin sebanyak:
![]()
Dengan demikian banyaknya susunan bilangan yang mungkin sebanyak 3 x 4 = 12
4). Untuk jumlah angka-angkanya = 8 , hanya ada 1 susunan yaitu, 11111111
Jadi, banyaknya susunan bilangan yang terdiri dari 8 digit dengan sifat tersebut adalah sebanyak
4 + 18 + 12 + 1 = 35 B
28. Diketahui a dan b adalah pecahan biasa.
![]()
x dan y merupakan deret geometri konvergen tak hingga (infinity) dengan jumlah S :
![]()
Sehingga x dan y dapat dinyakan sebagai berikut:
![]()

29. Nilai n bilangan bulat positif yang memenuhi persamaan 888 x 111 = 2 (2n)2 adalah …
888 x 111 = 2 (2n)2
888 x 111 = 2 (4n2)
8 x 111 x 111 = 8 n2
8 x 111 x 111 = 8 . n . n , maka n = 111 D
30. Diketahui : ppp adalah bilangan tiga digit, dan qr , kr adalah bilangan dua digit.
Berapakah p + q + r + k = …?
Karena ppp = qr . kr , maka dapat ditulis:
p(111) = (10q + r)(10k + r)
3p(37) = (10q + r)(10k + r)
Karena 37 bilangan prima, maka haruslah 10k + r = 37, sehingga diperoleh k = 3, dan r= 7.
3p = 10q + 7 , karena 3p adalah bilangan kelipatan 3 yang angka satuannya 7, maka
haruslah 3p = 27 , sehingga p = 9 , dan q = 2.
Jadi, p + q + r + k = 9 + 2 + 7 + 3 = 21 C
31. Diketahui: abac adalah bilangan kuadrat dari bilangan dua digit rs, maka dapat ditulis
a.103 + b.102 + a.10 + c = (10r + s)2
10a . 102 + b.102 + a.10 + c = r2.102 + 2 r. s .10 + s2
(10a + b).102 + a.10 + c = r2.102 + 2. r .s . 10 + s2
Dari persamaan ini diperoleh , r2 = 10a + b , tampak bahwa r2 menghasilkan bilangan puluhan, maka haruslah r ≥ 4 , selanjutnya coba dan periksa dalam menentukan nilai s.
Jika r= 4 , dan s = 1 ,maka 412 = 1681 ≠ abac
Jika r= 4 , dan s = 2 ,maka 422 = 1764 ≠ abac
Jika r= 4 , dan s = 3 ,maka 432 = 1849 ≠ abac
Jika r= 4 , dan s = 4 ,maka 442 = 1936 ≠ abac
Jika r= 4 , dan s = 5 ,maka 452 = 2025 = abac
Tampak bahwa, 452 = 2025 berbentuk abac , sehingga a = 2 , b = 0, dan c = 5.
Selanjutnya periksa apakah 3136 merupakan bilangan kuadrat dari bilangan dua digit.
Fakta bahwa 562 = 3136.
Jadi, a + b + c = 2 + 0 + 5 = 7 D
32. Diketahui: x1, x2, x3 , …., xn adalah suku-suku barisan bilangan berupa bilangan bulat positif
yang tidak lebih dari 2001.
Berapakah nilai n maksimun yang bisa diperoleh?
Jawab:
![]()
n adalah banyaknya suku-suku barisan bilangan tersebut.
Karena suku-suku barisan bilangan tersebut bilangan bulat positif dan tidak lebih dari 2001, agar n bisa didapat maksimum, maka dapat kita tentukan :
x1 = 1 , x2 = 2001, x3 = 2000 , dan , xn = 1
sehingga diperoleh barisan:
1 , 2001, 2000, 1, 1999, 1998, 1, 1997, 1996, ….., 3, 2, 1, 1
Jika kita perhatikan susunanya, tampak barisan ini merupakan barisan bilangan berurutan yang disisipkan angka 1, di setiap dua suku.
Selanjutnya hitung banyaknya angka 1 yang disisipkan.
Banyaknya angka 1 yang disisipkan di setiap dua suku = ½ x 2000 -1 = 999

Banyaknya suku barisan bilangan tersebut sebanyak 2000 + 999 + 3 = 3002 suku.
Jadi, nilai n maksimum yang bisa di dapat adalah 3002 B
33. Yang bukan merupakan pasangan bilangan Pythagoras adalah (6, 17, 18)
Karena 182 ¹ 62 + 172 D
(hapalan Tripel Pythagoras sangat membantu dalam menjawab soal ini)
34. Diketahui: f(x) suatu fungsi pada bilangan bulat sehingga f(2011) = 2020 dan
f(x+1) = 2.f(x) – 2004.
Berapakah f(2010) = …?
Jawab:
f(2011) = 2.f(2010) – 2004
2020 = 2 . f(2010) – 2004
f(2010) = 1/2 (2020 + 2004)
f(2010) = 1010 + 1002 = 2012 B (mudah)
35. Misalkan nilai awal yang diberikan adalah a , dan X0 = 2a – 1
Karena perhitungannya berulang , Jika Xi menyatakan pengulangan ke-i , maka perhitungannya dapat kita rumuskan sbb:
![]()
Selanjutnya tentukan X1 , X2 , dan X98 . Karena rekursif maka terbentuk suatu pola.
Perhatikan polanya !
X1 = 2 X0 – 1 = 2(2a – 1) – 1 = 4a – 3 = 4a – 4 + 1 = 4 (a – 1) + 1 = 22 (a – 1) + 1
X2 = 2 X1 – 1 = 2(4a – 3) – 1 = 8a – 7 = 8a – 8 + 1 = 8 (a – 1) + 1 = 23 (a – 1) + 1
. .
. .
. .
X98 = 299 (a – 1) + 1
Diketahui , X98 = 2100 + 1
299 (a – 1) + 1 = 2100 + 1
299 (a – 1) = 2100
299 (a – 1) = 299 . 21
(a – 1) = 2
a = 2 + 1 = 3
Jadi, nilai awal yang diberikan adalah 3 C
36. Perhatikan gambar !

Diketahui: besar sudut AQB = 2 x besar sudut COD.
Talibusur AC dan BD berpotongan di Q, maka sudut AQB adalah sudut dalam lingkaran, sehingga
Besar sudut AQB = 1/2 (besar sudut AOB + besar sudut COD)
2 x besar sudut COD = 1/2 ( 1800 + besar sudut COD)
4 x besar sudut COD = 1800 + besar sudut COD
3 x besar sudut COD = 1800
besar sudut COD = 1800 / 3 = 600
Perhatikan segitiga ODP siku-siku di D . (karena PD adalah garis singgung dan O pusat lingkaran)
Karena segitiga ODP dan segitiga OCP kongruen, besar sudut COD = 600 , maka
besar sudut DOP = 300, sehingga panjang DP = 1/2 OP .
Berdasarkan teorema Pythagoras;
OP2 = OD2 + PD2
OP2 = OD2 + (1/2 OP)2
OP2 = 12 + 1/4 OP2
3/4 OP2 = 1
OP2 = 4/3

37. Perhatikan gambar !, buat garis bantu BC’, CA’ , dan AB’ .

Perhatikan segitiga BCC’ , luas segitiga C’AB = luas segitiga ABC (karena panjang AC’ = AC)
Perhatikan segitiga AC’A’ , luas segitiga C’AB = luas segitiga A’BC’ ( panjang AB = A’B)
Perhatikan segitiga A’BB’ , luas segitiga A’BC = luas segitiga A’CB’ ( panjang BC = B’C)
Perhatikan segitiga CC’B’ , luas segitiga CAB’ = luas segitiga AC’B’ ( panjang AC = AC’)
Simpulan:
Luas segitiga C’AB = A’BC’ = A’BC = A’CB’ = CAB’ = AC’B’ = ABC
Jadi, luas segitiga A’B’C’ = 7 x luas segitiga ABC = 7 x 25 cm2 = 175 cm2 C
38. Pada gambar garis putus-putus merupakan lintasan titik pusat lingkaran yang bergerak
sepanjang sisi-sisi bagian dalam persegi.
Panjang lintasan titik pusat lingkaran dalam satu rute = 4 x (10 – 2×2) = 4 x 6 = 24 cm B
(mudah).
39. Berapa banyaknya bilangan 3 digit abc (a¹0), sehingga a2 + b2 + c2 bisa membagi 26 ?
Jawab :
a2 + b2 + c2 bisa membagi 26, artinya a2 + b2 + c2 merupakan factor-faktor dari 26.
factor-faktor dari 26 adalah 1, 2, 13, dan 26. Selanjutnya tentukan nilai a, b, dan c yang memenuhi a2 + b2 + c2 , kemudian hitung banyaknya susunan yang mungkin membentuk bilangan abc.
- Untuk a2 + b2 + c2 = 1 , maka a = 1, b = 0 , dan c = 0 sehingga susunan bilangan yaitu 100.
Banyaknya bilangan abc adalah 1
- Untuk a2 + b2 + c2 = 2 , maka a, b, c anggota {1, 1, 0} sehingga
susunan bilangan yang mungkin yaitu 110 , 101
Banyaknya bilangan abc adalah 2 x 1 = 2
- Untuk a2 + b2 + c2 = 13 , maka maka a, b, c anggota {2, 3, 0} sehingga
susunan bilangan yang mungkin yaitu 230 , 203, 320 dan 302
Banyaknya bilangan abc adalah 2 x 2 x 1 = 4
- Untuk a2 + b2 + c2 = 26 , nilai-nilai a, b, dan c anggota {1, 5, 0} atau {1, 3, 4}
Untuk nilai-nilai a, b, dan c anggota {1, 5, 0}, maka banyaknya susunan bilangan abc sebanyak 2 x 2 x 1 = 4 , dan
Untuk nilai-nilai a, b, dan c anggota {1, 3, 4}, maka banyaknya susunan bilangan abc sebanyak 3 x 2 x 1 = 6
Jadi, banyaknya susunan bilangan abc adalah 1 + 2 + 4 + 4 + 6 = 17 C
40. Berapakah nilai n bilangan bulat positif sehingga diperoleh selisih terkecil dari:
20 + 21 + 22 + 23 + …+ 2n . dan 2010 ?
Jawab :
20 + 21 + 22 + 23 + …+ 2n , merupakan deret geometri divergen dengan suku pertama = 20 = 1 , dan
rasio r = 2 .
Jika Sn jumlah dari deret tersebut, maka
![]()
![]()
Untuk n = 9 , maka nilai 2n – 1 = 29 – 1 = 512 – 1 = 511
Untuk n = 10 , maka nilai 2n – 1 = 210 – 1 = 1024 – 1 = 1023
Untuk n = 11 , maka nilai 2n – 1 = 211 – 1 = 2048 – 1 = 2047
Selisih dari 2047 dan 2010 = 2047 – 2010 = 37.
Jadi, selisih terkecil diperoleh untuk n = 11 D
Alhamdulillah 40 soal telah terbahas, mohon kirtik jika ada salah ketik atau jawaban yang keliru.
Share this:
Like this:
20 November 2011 - Posted by deni11math | ALJABAR, BAHAS SOAL, GEOMETRI, TEORI BILANGAN | PEMBAHASAN SOAL MATEMATIKA PASIAD KE-VI SE-INDONESIA, PEMBAHASAN SOAL MATEMATIKA PASIAD VI SMP FINAL 2010
15 Komentar »
Tinggalkan Balasan Cancel reply
-

Calendar Hijriah->M
TRANSLATE
WAKTU SHALAT DAN ARAH QIBLAT
-
Spam Blocked
-
Komentar Terakhir
Top Rated
-
Blog Stats
- 64,796 hits
-
Klik Tertinggi
Map Visitor
-
-

-

-

-

-

Daftar Isi
- SOAL DAN KUNCI JAWABAN SOAL KMP VIII BABAK FINAL 2012
- INFORMASI KMP VIII Se-INDONESIA FINAL
- BILANGAN 7 DIGIT BERURUTAN
- Informasi Kompetisi Mat PASIAD 2011
- Pembahasan Soal Matematika PASIAD Ke-6 Final 2010
- Soal Kompetisi Matematika PASIAD Se-Indonesia VI
- PEMFAKTORAN BENTUK KUADRAT ax^2 + bx + c
- Soal Geometri Klasik
- PEMANFAATAN FEATURE-FEATURE MS.OFFICE EXCEL 2007
- Referensi Al-Qur’anulkarim
- JAWABAN PERTANYAAN RULI
- SOAL DAN PEMBAHASAN OSN SMP TK KOTA TH 2011
- SAMPEL SOAL OSN PRA2011
- SISA PEMBAGIAN BILANGAN BULAT POSITIF BERPANGKAT
- OSN SMP 2011
- Soal dan Pembahasan Matematika OSN Tk. Prop 2006
- TAFAKUR
- SOAL DAN PEMBAHASAN OSN MATEMATIKA TK.PROP 2005
- SOAL DAN PEMBAHASAN OSN MATEMATIKA SMP TK PROPINSI 2004
- SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA OSN TK. PROPINSI 2003
- Soal dan Pembahasan Kompetisi Matematika PASIAD se Indonesia IV
- Pembahasan Soal PASIAD SE INDONESIA IV
- BILANGAN 1089
- Pembahasan Soal PG Matematika OSN Tk Kota 2009
- Pembahasan Soal Uraian Matematika OSN SMP 2009
- Calendar For Life Masehi
- Pembahasan Soal Uraian Matematika OSN SMP 2010
- Pembahasan Soal Matematika OSN SMP Tahun 2010
- PEMBAHASAN SOAL-SOAL OLIMPIADE SAINS SMP JALUR B
- BACKGROUND DALAM MS.Word2007
- PEMBAHASAN SOAL UN MATEMATIKA SMP PAKET 12 TH 2010 NO. 16-40
- Pembahasan Soal UN Matematika SMP No.1-15 Paket A12 TH.2010
- PEMBAHASAN SOAL OSN PG TAHUN 2007
- Bilangan 19 Dalam Al Quran
- Pembahasan Soal Latihan OSN Matematika SMP
- Profil SMPN 14 Kota Sukabumi
- Beast Number 666
- Soal Perbandingan Tidak Senilai
- RUMUS REKURSIF
- Banyaknya Faktor Bilangan Bulat Positif
- Faktor Bilangan Bulat Positif
KATEGORI
KATEGORI CONTENS
Pencari Artikel

sebelumya terimakasih atas pembahasanya
TQ
assalamualaikum wr.wb
nomer 9 itu ada jawabanya pak
caranya kita samakan pemblng dan penybut
sehingga pada saat saya bahas soal sama pk.saiful
jwbn.ya A
Soal KMP itu tiap daerah berbeda Type, untuk Jawa Barat kota sukabumi soal type A, jadi sebutkan soalnya.
Ijin bookmark dulu Pak, buat pembelajaran. Makasih sebelumnya
SOAL NO 11:
Dengan segitiga paskal ut n = 10 koefisien terbesarnya 252. ternyata tdk sama dgn (1/24)10.9.8.7. Langkah awal menentukan r = 4 memang benar. Kalo kita cermati pola segitiga paskal koefisien terbesar letaknya pada suku tengah. Jadi r=4 merupakan suku tengah jika n = 6 atau 7. Yang memenuhi ut n = 7 sehingga koefisien terbesarnya 35 =(1/24)7..6.5.4.
Betul, makasih koreksinya.
pak apa pengaruh matematika terhadap pelajaran yang lainnya
Tidak sedikit, spt konsep perbandingan dlm biologi materi genetika atau persilangan, dlm fisika membentuk keterampilan mengkalkulasi, mengubah bentuk formula dlsb. Jadi orang yg belajar fisika mutlak harus menguasai math, yg lebih penting membentuk logika berpikir yg logis, bukan menurut perasaan tp menurut dalil atau teorema.
pak bagaimana caranya supaya saya bisa mengerjakan soal soal tersebut dengan kemampuan saya sendiri dan dengan pemikiran sendiri tetapi saya belum memahami cara berpikir matematika tersebut?
Thanks for info…
No 21. Banyak segitiganya apa bukan 10? Misal persegi dan segitiga kecil pada gambar kita beri label secara vertikal. A,B,C,D_E,F,G_H,I_J. Maka diperoleh 10 segitiga yaitu: A,E,H,J,ABE,EFH,HIJ,ABCEFH,EFGHIJ,ABCDEFGHIJ
Nanti saya periksa lagi
Terima kasih banyak Mas Deni atas pembahasan soalnya…
Apakah Mas Deni mempunyai soal yg tanpa pembahasan?… untuk saya berlatih mempersiapkan diri….terima kasih Mas…
Coba sama mas saepul arif pengelola olimatik.blogspot.com, dia punya banyak soal olimpiade, laptop saya yg berisi soal-soal dah raib.
oh iya…..terima kasih ya Mas Deni….